Ary Ginanjar Agustian, Apa itu Mental Blok?

Kali ini kita bahas tulisan Ary Ginanjar Agustian tentang mental blok. Apa itu mentol blok? mengapa mental blok penting untuk dipahami? bagaimana cara kita berhasil dengan kehidupan melalui mentol blok ini? baca selengkapnya artikel berikut.

Mental blok bisa membuat suara hati (conscience) menjadi tidak bekerja dengan baik. sehingga kita akan sering menemukan diri kita dalam masalah dengan orang lain ataupun di dalam diri kita ada hal yang tidak selesai, tidak tertangani. Padahal, kebanyakan manusia hanya ingin meraih kebahagiaan internal dan hidup tenang.

Mental Blok adalah halangan yang sifatnya psikologis – kognitif (cognitive barrier). Halangan kognitif ini membuat seseorang merasa berat saat akan melakukan sesuatu yang sifatnya baik. Mental blok juga menghalangi seseorang dari mengambil berbagai keputusan yang akan menguntungkan bagi diri kita. Halangan yang bersifat internal ini, membuat seseorang merasa takut saat akan melakukan sesuatu yang baru.

Ary Ginanjar Agustian ESQ 165 4

Halangan ini juga menimbulkan tumbuhnya berbagai kecemasan dan negativitas. Halangan ini membuat pengendalian perilaku dan pengendalian emosi tidak berjalan dengan baik. Halangan ini juga membuat sikap kita menjadi buruk terhadap orang lain, yang mungkin tidak memiliki kesalahan pada kita.

Mental Blok bisa berasal dari berbagai sumber. Dari apa yang kita lihat atau baca. Dari persepsi kita yang tidak utuh. Dari pengalaman kita sebelumnya. Dari pengalaman orang lain yang dituturkan kepada kita. Seringnya, pengalaman negatif-lah yang disebarkan oleh orang lain. Yang menyebabkan banyak dari kita memiliki ketakutan untuk melakukan suatu hal yang baru. Yang membuat kita takut gagal.

Untuk itu mari kita simak bersama satu persatu bahasan Rahasia ESQ tentang Mental Blok dalam urutan berikut ini. Selamat menikmati.

Ary Ginanjar Agustian, Mental Blok dan Vision Principle

Intinya ; vision principle ini, membuat kita memiliki kemampuan mencegah dan kemampuan untuk mengantisipasi, agar hal-hal yang akan terjadi tidak akan merugikan diri kita. Bahkan, secara alami, kita pasti akan memilih untuk mempersiapkan diri dengan hal-hal yang akan menguntungkan bagi diri kita, dan keluarga kita. Dengan orientasi karya yang tidak dibatasi oleh akhir umur, dengan memilih untuk melakukan amal-amal, kerja-kerja yang bisa terus berbuah dan dimanfaatkan oleh banyak orang, hingga hari akhir tiba nantinya.

Disini kita bisa merasakan mulia dan istimewanya dorongan Keimanan pada Hari Akhir ini. Disini kita bisa melihat dan merasakan keinginan Allah SWT pada ciptaanNya. Allah SWT menginginkan agar kita berfokus pada hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat berkelanjutan. Dan bukan pada hal-hal yang hanya menghasilkan kebahagiaan sesaat saja.

Allah SWT menginginkan kita untuk banyak berbekal, banyak menabung amal-amal yang sifatnya jariyah, yang berbuah terus menerus manfaatnya hingga waktu yang panjang dan tak terbatas.

Masih menurut Ary Ginanjar Agustian Dorongan atau sifat kepahlawanan ini, merupakan salah satu dorongan terbesar dalam diri seseorang. Pertanyaannya, akankah potensi besar ini dioptimalkan, atau tidak? Bentuk diri kita dengan kemampuan self regulatory skill ini, dengan Vision Principle.

Salam Semangat Kepahlawanan dari ESQ 165. Jadilah pahlawan untuk masa depan yang lebih baik untuk umat manusia. Mari kita rumuskan masa depan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain, dengan berpartisipasi menuju tercapainya Indonesia Emas ; Indonesia Berkarakter.

Ary Ginanjar Agustian : Leadership Principle (Iman kepada Nabi dan Rosul)

Ary Ginanjar Agustian ESQ 165

Anda sedang membaca artikel motivasi dan inspiratif dari Ary Ginanjar Agustian tentang Leadership Principle (Iman kepada Nabi dan Rosul).  Bagaimana maksud Ary Ginanjar ESQ mengenai salah satu prinsip dalam modul ESQ 165 ini, baca tulisan ini hingga selesai.

“He who does not trust enough, Will not be trusted.” —Lao Tzu

Mengapa kita harus percaya pada pemimpin? Pemimpin seperti apa yang baik? Mari kita kupas bersama bagaimana Rahasia Ary Ginanjar Agustian ESQ dari Prinsip yang ke 4, yaitu Prinsip kepemimpinan. Seorang filsuf China, Lao Tzu pernah menyampaikan bahwa mereka yang tidak pernah percaya pada orang lain, Tidak akan memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Keyakinan pada pemimpin membangkitkan energi yang besar pada suatu masyarakat. Tidak pernah ada keberhasilan besar yang bisa dicapai tanpa adanya seorang pemimpin yang mengorkestrasi suatu upaya bersama.

Michael C. Bligh (2017) seorang Professor bidang Perilaku Organisasi dari Neoma Business School, Center for Leadership and Effective Organisations (CLEO), Paris, menyampaikan bahwa rasa percaya bersifat dinamis, dan membentuk jaringan interpersonal antar orang per orang. Rasa percaya di definisikan sebagai harapan yang diberikan pada tindakan orang lain, kepercayaan akan apa yang ia ucapkan, dan keyakinan bahwa orang lain memiliki niat baik untuk menjalankan janji mereka. Rasa percaya sangat bermakna dalam situasi dimana satu pihak lebih lemah dari pihak lainnya.  Dalam hal ini, seorang pemimpin berada dalam pihak yang lebih dibanding pengikutnya.

Ary Ginanjar Agustian : Leadership Principle (Iman kepada Nabi dan Rosul)

Ary Ginanjar Agustian ESQ 165 9

Keberhasilan besar menurut Ary Ginanjar Agustian bisa dicapai, bila kita memiliki pemimpin yang baik, dengan visi yang besar, visi yang menarik, membuat kita bersemangat, dan kita ingin mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan oleh sang pemimpin tersebut.

Seperti perkataan Bligh (2017) yang dimuat dalam Leadership Today, Springer Texts in Business and Economics menyatakan bahwa pemimpin yang baik, akan membantu sebanyak mungkin orang untuk mencapai tujuan mereka. Cara berkomunikasi yang digunakan pemimpin yang baik, membuat orang memahami apa yang mereka butuhkan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, dan bagaimana mengambil keputusan yang baik, bersama-sama.

David Weller, Jr (2001) Professor dari Department of Educational Leadership at University of Georgia menyampaikan dalam tulisannya yang berjudul The Qualities of Leadership: Direction, Communication, and Obfuscation mengutip literatur lawas, Gardner (1990) menyampaikan apa beda pemimpin yang mengatur dengan yang menginspirasi. Ia menyebutkan bahwa pemimpin yang baik akan membangkitkan semangat dan membuat orang terdorong untuk berbuat, untuk melaksanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Disebutkan dalam sumber tersebut bahwa;

  • Pemimpin masa kini lebih mengandalkan kemampuannya untuk berbagi pemikiran, dan untuk menjalin relasi dengan banyak orang. Dengan cara itulah pemimpin masa kini, mencapai tujuan. Bukan dengan paksaan dan bukan dengan suruhan.
  • Pemimpin seperti inilah yang memiliki kebijaksanaan yang matang. Mereka mencapai tujuan dengan memberikan arah yang jelas kepada orang lain, setelah melihat kebutuhan mereka, dan berusaha untuk memenuhinya. Mereka juga mengungkapkan kepeduliannya dan harapannya terhadap yang dipimpin.
  • Pemimpin masa kini, membentuk kekompakan dengan pengikutnya. Saat rasa bersatu ini terbentuk, pengikut akan membuka diri untuk mempercayakan masa depan mereka pada sang pemimpin. Yang kemudian membalas kepercayaan para pengikut ini, dengan memberikan kehidupan yang lebih baik pada para pengikutnya.

Ary Ginanjar Agustian ESQ 165

Peran kepemimpinan diatas, bisa kita lihat di masyarakat. Di kantor, di pemerintahan, dan di sebuah negara. Ary Ginanjar Agustian pernah bercerita pada jaman dahulu kala saat para Rasul memimpin di zamannya masing-masing, mereka memiliki kualitas hebat yang tersebut diatas yaitu memiliki keimanan yang tinggi pada Tuhan, dan membangun kekuatan di masyarakat dengan menyampaikan Perintah-Nya, yang menghasilkan kehidupan yang terbukti baik dan mensejahterakan, dengan jalan yang bijaksana dan matang.

Apa yang kita pelajari ini, bisa kita terapkan di situasi dimanapun kita berada, karena setiap kita adalah pemimpin. Ilmu pengetahuan bisa diakses dengan mudah. Kita kini telah bisa mempelajari banyak sumber yang berkaitan dengan model kepemimpinan yang bisa kita tiru dan kita terapkan. Semoga pembahasan ini dapat menginspirasi agar sahabat Ary Ginanjar Agustian ESQ terdorong untuk meneladani kepemimpinan yang luar biasa hebat dari para Nabi dan Rasul, yang telah menjadi pemimpin di zaman mereka. Yuk bersama perbaiki diri dan pimpin diri kita untuk mencapai keberhasilan yang mendatangkan Ridha Allah SWT.