Ary Ginanjar Agustian Vision Principle (Iman pada Hari Akhir)

Ary Ginanjar Agustian Vision Principle (Iman pada Hari Akhir)

Vision Principle merupakan salah satu modul yang ada dalam Training ESQ 165 karya Ary Ginanjar Agustian sang motivator Indonesia. Apa itu vision principle? Mengapa kita menyebut itu sebagai salah satu Iman Pada Hari Akhir? Jawabannya ada pada artikel ini.

Visi yang Besar, menyalakan Energi di dalam diri seseorang, untuk berjuang lebih daripada orang lain. Visi-lah yang mendorong Panglima Besar Sudirman untuk memimpin perjuangan meraih kemerdekaan. Impian bahwa pribumi Indonesia akan merdeka dan menjadi sebuah bangsa yang besar yang memiliki peran di dunia, yang membuat Soekarno muda, berlatih berpidato di depan kaca, dan tak peduli akan hinaan kawan-kawannya yang menyebutnya gila.

Pun pandangannya yang jauh ke depan itulah, yang tertulis dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menginspirasi Bangsa Indonesia untuk mengambil peran dalam perdamaian dunia, dan menjadi mediator pada beberapa konflik yang terjadi lintas negara. Di Vietnam, di Bosnia, di Syria, dan kini di Rohingya.

Adanya Visi, membuat Ary Ginanjar Agustian seseorang bisa menghasilkan hal-hal besar, dan menghidupkan Energi yang besar di dalam dirinya untuk mengatasi berbagai masalah. Bagaimana peran Visi di dalam kehidupan sehari-hari kita? Merencanakan jurusan di SMK/SMU/Kuliah, merencanakan pernikahan, memilih cita-cita hidup, memilih pasangan hidup, memilih asuransi pendidikan untuk anak, semuanya membutuhkan Visi.

Sebagai ayah/ibu, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai seorang manusia yang berpotensi untuk menghasilkan  banyak karya dan kontribusi yang terbaik. Merencanakan apa saja yang akan dikembangkan sekian tahun kedepan, anda membutuhkan kemampuan untuk bisa memandang kehidupan, ke masa depan, melampaui keadaan yang ada saat ini, anda memerlukan Vision Principle. Dan itu adalah salah satu bekal dari ilmu ESQ 165 yang berlandaskan Al Quran dan Hadits, yaitu : Percaya pada hari akhir.

Bagaimana pandangan Ary Ginanjar Agustian ESQ 165 15 ilmu psikologi dari Vision Principle? Lisa G Aspinwall, seorang Profesor Psikologi di University of Utah, merumuskan studinya di dalam Jurnal Motivation and Emotion dari Springer Sience di tahun 2005, mengenai kemampuan manusia untuk melakukan pemikiran berorientasi masa depan.

Bruininks & Malle (dalam Aspinwall, 2005) menyampaikan bahwa manusia memiliki kapabilitas untuk menghadapi masa depan dengan fleksibel, hal ini terlihat dengan banyaknya gambaran kemungkinan yang bisa dihasilkan oleh pemikiran kita dan pandangan akan masa depan itu berlaku sebagai petunjuk yang menerangi berbagai kemungkinan skenario masa depan yang bisa terjadi.

Ary Ginanjar Agustian ESQ 165 15

Ternyata, itulah manfaat dari Beriman pada Hari Akhir. Mengutip hasil pemikiran dari  Ary Ginanjar Agustian, Ia menegaskan bahwa, dengan berorientasi pada masa depan, kita akan membekali diri kita, dengan kemampuan untuk mengatur diri (self regulatory skills) yaitu :

  • Saat kita mencoba mengantisipasi keadaan di masa depan, kita akan mengukur dampaknya pada diri sendiri dan orang-orang yang dekat dengan kita.
  • Saat kita mengambil konsekuensi masa depan, kita akan menemukan berbagai variasi tujuan yang kita miliki sebagai pertimbangan, dan menetapkan standar kita sendiri sebagai acuan sebelum memutuskan tindakan yang akan dilakukan.
  • Saat kita menimbang masa depan, kita akan memandang adanya tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang sebagai pertimbangan saat apa yang kita tuju berkaitan dengan orang lain.
  • Dan saat kita menimbang masa depan, kita mempertimbangkan perbedaan individual, proses apa saja yang kita ambil, dan skill apa saja yang diperlukan dalam berpikir dan berperilaku antisipatif.

 

Leave a Comment